Hasil
Observasi Mading dan Majalah Sekolah
Di SMA AL-ISLAM 1 SURAKARTA
Disusun
guna Memenuhi Mata Kuliah Manajemen Majalah
Sekolah
Dosen
Pengampu: Drs.
Agus Budi Wahyudi, M. Hum.

Disusun Oleh :
1.
Rachma Pristika (A310130059)
2.
Aswa Thamkinati Putri (A310130064)
3.
Anik Susilowati (A310130069)
PENDIDIKAN BAHASA
INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
Hasil Observasi
1.
Narasumber:
a.
Ketua Umum : Elay Al-Huda
Oztilio
b.
Sekertaris Umum : Fitri Qotrunnada
Al-Zahra
c.
Bendahara Umum : Vika Asmanah Meilani
2.
Pelaksanaan Observasi
Tempat : SMA Al-Islam 1 Surakarta
Tanggal : 24 September
2016
Waktu : 11.00 – selesai
3.
Hasil Observasi
A.
Manfaat Majalah Dinding
Mading memiliki banyak
manfaat. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1.
Media Komunikasi
Mading adalah media
komunikasi termurah untuk menciptakan komunikasi antarpihak dalam lingkup
tertentu. Dengan membaca mading, banyak hal yang semula tidak diketahui
akhirnya menjadi perbendaharaan pengetahuan, baik yang bersifat praktis maupun
yang perlu perenungan.
2.
Wadah Kreativitas
Pada umumnya kegiatan
anak muda tidak pernah sepi dari kreativitas, misalnya olahraga, olah seni,
keterampilan, permainan, dan tidak ketinggalan pula aktivitas ekspresi tulis.
Lewat karya tulis akan tersalurkan dua macam manfaat yang bersifat timbal
balik. Dari sisi penulis, majalah dinding adalah tempat untuk mencurahkan
bermacam ide. Beragam gagasan, pikiran, daya cipta, bahkan fantasi yang
mengiringi perkembangan jiwanya perlu penyaluran dan media untuk menuangkannya.
Maka tepatlah apabila mading digunakan sebagai wadah curahan kreativitas kawula
muda karena didukung oleh sifatnya yang mudah dilaksanakan dengan biaya yang
murah. Dari sisi lain, pembaca akan mendapatkan penyaluran yang berkaitan
dengan keinginan, cita-cita, kecintaan, kerinduan, keprihatinan, dan berbagai
pikiran lain yang tidak dapat disalurkannya sendiri.
3.
Menanamkan Kebiasaan Membaca
Dunia akan menjadi luas
bila kita senang membaca. Untuk itu, kegemaran membaca harus ditanamkan. Dalam
hal ini mading punya andil yang besar. Mading dapat tampil setiap saat tanpa
dihadang oleh sejumlah kesulitan. Mading dapat diterbitkan oleh siapa saja
dalam jangka waktu yang relatif bebas tergantung animo pembaca.
4.
Pengisi Waktu
Banyak kawula muda
tidak dapat mengisi waktu luangnya dengan baik. Kelebihan energinya dibuang
percuma. Entah bercakap-cakap di tepi-tepi jalan, merokok, minum, membentuk
"geng", mencoret-coretkan identitas "kelompoknya" dengan
cat semprot di sembarang tempat, dan masih banyak lagi yang lain. Semua itu
sebenarnya dapat ditangguhkan dengan membaca mading, kemudian aktif menulis.
Apabila kelebihan tenaga yang diboroskan itu digunakan untuk menulis dalam
lembaran mading, tentu akan banyak bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan
jiwanya. Di samping itu, tentu juga bermanfaat bagi pihak lain.
5.
Melatih Kecerdasan Berpikir
Membaca mading akan
membangkitkan gairah untuk mencari bacaan lain lewat "umpan" yang
disajikan dalam mading. Kebiasaan membaca akan menambah pengetahuan pembaca
dalam berbagai bidang. Semakin banyak membaca, pengetahuan siapa pun akan
bertambah. Secara tidak langsung hal itu akan menjadi pendorong bertambahnya
kecerdasan.
6.
Melatih Berorganisasi
Menghadirkan selembar
mading berarti mengorganisasikan sekelompok orang. Mading menuntun semua yang
terlibat di dalamnya untuk berorganisasi. Mading adalah perwujudan kerja tim
atau kerja kelompok yang perlu saling mematuhi kesepakatan, aturan yang telah
ditetapkan, kedisiplinan diri, dan kesungguhan bekerja. Dengan menyiapkan
mading, secara otomatis siapa saja akan menghayati arti organisasi dan langsung
terkait dengan aktivitas di dalamnya.
7.
Mendorong Latihan Menulis
Berdasarkan pengalaman,
banyak penulis yang menggunakan media mading sebagai wahana berlatih. Berawal
dari senang menulis hal-hal yang sederhana, tidak mustahil seseorang menjadi
terbuka wawasannya untuk lebih mengembangkan kesenangannya dalam bidang
kepenulisan secara lebih profesional.
B. Bagian-bagian Majalah Dinding
Bagian-bagian itu secara lengkap adalah sebagai berikut:
1.
Humor
2. Sapa Redaksi
3. Karya sastra (cerpen,
cerber, puisi, pantun, dsb)
4. Artikel,tips,dsb
5. Opini
6. Kartun, karikatur,
ilustrasi, vignyet, foto-foto, gambar
C.
Peralatan dan Bahan
Peralatan/bahan harus disediakan sejak awal dan disimpan rapi.
Dalam hal ini termasuk terbitan-terbitan yang sudah dihasilkan, harus
diarsipkan secara rapi. Peralatan/bahan yang diperlukan dalam membuat majalah dinding adalah sebagai berikut:
1. Tempat/box penempatan
majalah dinding
2.
Kotak karya, untuk menaruh karya para siswa yang ingin dimuat di majalah dinding .
3.
Kertas landasan, biasanya
manila putih atau berwarna, dengan ukuran 110 x 80 cm.
Bisa pula menggunakan kertas asturo.
4.
Kertas HVS (sebaiknya berwarna, bisa pula menggunakan kertas
asturo).
5.
Spidol ukuran besar dan ukuran biasa
6.
Pensil dan penghapus
7.
Lem
8.
Gunting, pisau cutter
9.
Penggaris panjang dan pendek
10. Komputer dengan tinta warna
D. Pembuatan mading
Majalah dinding yang sering kita sebut dengan istilah mading adalah
majalah yang dikelola secara sederhana oleh suatu lembaga. Biasanya oleh
sekolah-sekolah dari tingkatan sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas.
Ditilik dari formatnya yang apa adanya, maka majalah dinding bisa dikatakan
sebagai majalah yang amat sederhana. Kesederhanaan ini antara lain meliputi;
penampilannya, bentuknya, pengelolaannya, hingga pada keterbatasan kolom atau
ruang yang disediakan.
E.
Karakteristik
Majalah dinding, baik itu yang dikelola oleh sekolah memiliki
karakter yang amat sederhana. Dikatakan sederhana, karena
bentuk penampilannya lembaran, tidak
berbentuk buku atau majalah sebagaimana yang biasa kita kenal. Mading memiliki
karakter mudah dibaca sambil berdiri. Untuk membaca majalah ini juga tidak
dibutuhkan waktu terlalu lama. Mading bisa dibaca sepintas. Bisa dibaca dengan
jarak lebih 30 cm dari mata kita. Mading merupakan majalah berbentuk hiasan –
tulisan dan gambar- yang dipajang di dinding, yang tidak memiliki banyak kolom
atau ruangan.
F. Perwajahan
Perwajahan disebut juga tataletak atau lay out. Agar penampilan
mading yang kita suguhkan kepada pembaca selalu tampak menarik, tentu saja
perlu kita poles dengan wajah yang cantik. Dengan wajah dan tatanan yang cantik
ini diharapkan anak-anak tidak cepat merasa bosan untuk terus membacanya.
Sehingga kehadiran majalah dinding kita tak sia-sia.
G.
Tahap penerbitan
Frekwensi penerbitan mading di SMA Al-Islam 1 Surakarta adalah 1
bulan sekali dengan jumlah mading sebanyak 2 buah. Tetapi jika tidak
memungkinkan maka hanya akan diterbitkan 1 buah mading. Kondisi tersebut erat
kaitannya dengan sumber tulisan yang dapat dikumpulkan dan atau dibuat oleh tim
redaksi.
H. Proses Editing
Proses editing dilakukan oleh tim redaksi yakni meliputi penyeleksian
tema tulisan, isi tulisan, dan penyempurnaan presentasi tulisan sebelum ditata
ulang.
I.
Penataan
Penataan merupakan penyusunan bahan hasil editing menjadi sebuah
tata mading yang benar dan layak untuk diterbitkan. Misalnya: penataan tata
letak berita, gambar, foto, judul berita, dsb yang dapat menarik minat baca
para partisipan (siswa, guru, staf tata usaha, dsb)
Mading dan Majalah Sekolah SMA AL-ISLAM 1 Surakarta
Mading SMA
Al - Islam 1 Surakarta dikelola oleh guru Bahasa Inggris. Pengelolaan mading
setiap kegiatan ada koordinator gurunya, yang menjadi koordinator mading yaitu
Ibu Tatik. Mading dibuat rutin sebulan sekali, biasanya isi mading
bisa berupa karangan siswa yang dimuat dengan adanya proses seleksi. Biaya yang
digunakan untuk pembuatan mading berasal dari iuran anggota. SMA Al-Islam 1
Surakarta mendapat juara 1 lomba mading sejawa tengah yang bertema 3D. Dengan
mendapatkan juara 1 tersebut SMA Al-Islam 1 Surakarta lebih berusaha
mengembangkan mading menjadi lebih baik lagi.
Kepala Sekolah juga ikut berperan dalam
pengelolaan mading, seperti mengingatkan bila mading sudah lama harus diganti
denganyang baru. Di sini osis kurang berperan aktif
dalam madding dikarenakan tugas osis hanya membantu untuk menghias tatanan
artistic untuk mempercantik tampilan mading yang lebih berperan dominan tidak
lain dan tidak bukan itu kolompok penyusun mading yang bertugas menyajikan dan
mengelola madding tersebut dan guru pembimbing sebagi pengarah serta penyeleksi
mana yang layak untuk dipasang dan mana yang tak layak ditampilkan.
Siswa-siswi SMA
Al-Islam 1 Surakarta sangat berantusias dalam
membaca mading. Biasanya siswa membaca mading saat jam istirahat. Rubrik mading
meliputi humor, syair, pantun sama puisi,
setiap terbit itu berbeda-beda jenisnya kalau yang pasti itu puisi, pantun buat sastra nya
pasti itu ada, humor biar tidak terlalu serius tetapi untuk yang lainnya
berbeda-beda. Rubrik humornya itu pasti agar anak antusias untuk membaca untuk
yang lainya seperti syiar, berita tentang prediksi fenomena alam itu biasanya
ganti-ganti tergantung yang baru terjadi, fenomena alam itu menggunakan teks
eksplanasi . Humor yang dimuat di mading adalah anekdot.
SMA Al-Islam 1 Surakarta selain
mengelola mading sekolah juga mengelola Majalah sekolah. Sekolah tersebut
mengelola dua majalah sekolah yaitu Aktivis dan Abyan al-Haq. Penanggung jawab
majalah sekolah tersebut yaitu kepala sekolah. Pembimbing pembuatan majalah
sekolah ada guru bahasa Inggris dan guru bahasa Indonesia. Pemilihan Redaksi
dipilih langsung dari kepala Sekolah dan diberi wewenang untuk menjalankan masa
jabatannya serta memilih anggota dari guru Bahasa Indonesia. Masa
jabatannya selama satu tahun.
Majalah sekolah Aktivis sudah edisi tiga puluh delapan
(38). Edisi terakhir atau 38 di tahun
2016 ini. Bentuk majalah berupa buletin atau majalah yang berbentuk kecil.
Dalam majalah terserbut banyak rubik yang dimuatnya antara lain: sapa redaksi,
celotehan, topik utama, humor, tips, trick, profil guru dll. Proses pembuatan
majalah sekolah Aktivis, pertama pembagian artikel, kedua diserahkan ke PJ,
ketiga dikumpulkan ke Editor lalu di edit, terakhir diserahkan kepada pimpinan
redaksi. Sedangkan majalah sekolah Abyan al-Haq sebelumnya berawal dari majalah
rohis kemudian menjadi majalah Abyan al-Haq. Majalah sekolah Abyan al-Haq sudah
mencapai edisi dua satu (21). Edisi terahir pada tahun 2016 ini. Dalam majalah
sekolah ini rubrik yang dimuat antara lain, tips abah, renungan hati, jejak
salaf, ensiklopedia dll. Kedua majalah sekolah tersebut diterbitkan satu tahun
2 kali per akhir semester.
LAMPIRAN
1. Bersama ketua, sekretaris, dan bendahara umum majalah
sekolah SMA Al-Islam 1 Surakarta

2. Mading SMA Al-Islam 1 Surakarta

3. Bagian bagian mading





Tidak ada komentar:
Posting Komentar