Powered By Blogger

Jumat, 20 Desember 2013

Contoh Penelitan



A.  Judul
Nilai Budaya dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013.
B.   Latar Belakang Masalah
Nilai budaya untuk anak-anak sangatlah penting dan harus ditanamankan dalam jiwanya. Anak-anak merupakan generasi penerus keluarga sekaligus generasi yang meneruskan perjuangan para pendahulu kita. Oleh karena itu anak-anak harus dikenalkan nilai-nilai yang baik dengan memerlukan media yang baik pula.
Cerita anak yang bergambar dapat menarik perhatian anak-anak. Ketika kita membacakan sebuah cerita anak, anak tersebut akan mengimajinasikan kejadian yang terdapat dalam cerita tersebut. Tarigan (1995:5) mendefinisikan bahwa cerita anak adalah buku yang menempatkan mata anak-anak sebagai pengamat utama, mata anak-anak sebagai fokusnya. Sastra anak adalah sastra yang mencerminkan perasaan dan pengalaman anak-anak masa kini, yang dapat dilihat dan dipahami melalui mata anak-anak.
Buku cerita anak menceritakan tentang kegiatan keseharian anak yang terdapat di lingkungannya yang dapat di ceritakan melalui bantuan orang tuanya maupun gurunya di sekolah. Sarumpaet (2003:108) berpendapat cerita anak adalah cerita yang ditulis untuk anak dan berbicara mengenai kehidupan anak dan sekeliling yang mempengaruh anak serta cerita itu hanya dapat dinikmati oleh anak dengan bantuan dan pengarahan orang dewasa.
Dari latar belakang yang telah diuraikan, penelitian dengan judul "Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013” perlu dilakukan.
C.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka dapat peneliti rincikan rumusan masalah sebagai berikut :
1.    Bagaimanakah nilai budaya yang terdapat dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013?
2.    Bagaimanakah unsur cerita  yang terdapat dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013?
D.  Tujuan Penelitian
Ada dua tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini.
1.      Mengetahui nilai budaya yang terdapat dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013.
2.      Mengetahui unsur cerita yang terdapat dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013.
E.   Manfaat Penelitian
Berdasarkan penelitian maka dapat dipetik manfaat sebagai berikut :
a.    Manfaat Teori
1.      Membantu pembaca untuk mengetahui nilai budaya yang terdapat di Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013.
2.      Membantu pembaca untuk mengetahui dan memahami unsur Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013.
b.   Manfaat Praktis
1.      Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang Nilai Budaya dalam cerita anak.
2.      Hasil penelitian ini dapat menambah referensi dan menambah wawasan kepada pembaca.
F.     Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka berfungsi untuk mengetahui keaslian dalam suatu penelitian. Penelitian yang dilakukan Murningsih (2012) dalam skripsinya yang berjudul “Nilai Budaya dalam Novel Tanah Ombak Karya Abrar Yusra Tinajuan Semiotik”. Nilai Budaya tersebut antara lain nilai budaya dalam hubungan manusia dengan tuhan, nilai budaya dalam hubungan manusia  dengan masyarakat, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan orang lain, dan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri.
Penelitian tentang nilai budaya yang dilakukan oleh Akhmad Haidi (2006) dalam skripsinya yang berjudul “Nilai-nilai Budaya Jawa Novel Boma Karya Yanusa Nugroho Tinjauan Semiotik”. Adapun nilai-nilai budaya Jawa yang terdapat dalam novel Boma berdasarkan analisis semiotik meliputi : nilai budaya pewayangan, kasekten (kesaktian), dan bahasa Jawa.
Relevansi penelitian ini dengan penelitian Murningsih (2012) dan Akhmad (2006) memiliki kesamaan dan perbedaan. Persamaan penelitian yang dilakukan oleh sumber diatas ialah sama-sama mengkaji nilai budaya. Perbedaannya terletak pada obyek yang dikaji Murningsih (2012) mengkaji novel Tanah Ombak karya Abrar Yusra dan Akhmad (2006) mengkaji novel Boma karya Yanusa Nugroho.
G.    Kerangka Teori
1.    Pengertian Nilai
            Nilai memiliki berbagai macam-macam arti. Dalam KBBI nilai memiliki arti 1.harga, 2. Angka kepandaian, 3. Banyak sedikitnya, 4. Sifat-sifat yang penting bagi manusia, 5. Sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya.
     Beberapa pendapat tentang niai dapat diuraikan sebagai berikut:
a.    Menurut Bambang Daroeso, nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang.
b.    Menurut Darji Darmodiharjo adalah kualitas atau keadaan yang bermanfaat bagi manusia baik lahir ataupun batin.(dalam Hermanto, 2006:126-127)
2. Pengertian Budaya
Banyak nilai yang telah tertanam di dalam masyarakat salah satunya adalah nilai budaya. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah cerita anak. Mulai dari nilai agama, nilai sosial, nilai maoral, nilai pendidikan, dan nilai budaya. Nilai budaya adalah acuan dalam masyarakat yang bernilai atau tidak bernilai untuk menjalankan hidup.
Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta, yaitu buddayah yang merupakan bentuk jamak dari budhi diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Jadi kebudayaan adalah sesuatu yang mengetahui tingkat pengetahuan manusia dengan kebiasaan sehari-hari dan belajar. Koentjaraningrat (2006:25) mengatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta dari hasil budi pekertinya.
Definisi kebudayaan banyak dikemukaan oleh para ahli sebagai berikut :
a.       Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yangturun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain.
b.      Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi mengatakan kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa dan cipta manusia.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam masyarakat secara berulang-ulang dapay disebut budaya. Budaya tidak hanya berupa hasil peninggalan nenek moyang, tetapi juga dapat diciptakan dari masyarakat.
Berhubungan dengan wujud kebudayaan Koentjaraningrat juga berpendapat bahwa kebudayaan itu juga mempunyai paling sedikit tiga wujud sebagai berikut :
a.       Suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, dan sebagainya.
b.      Suatu kompleks aktivitas atau tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
c.       Suatu benda-benda hasil karya manusia.
Koentjaraningrat juga memaparkan unsur- unsur universal itu ada tujuan yang sekalian merupakan isi semua kebudayaan yang ada di dunia ini seperti berikut :
a.    Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi).
b.   Sistem mata pencaharian hidup.
c.    Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial.
d.   Bahasa.
e.    Kesenian.
f.    Sistem pengetahuan.
g.   Sistem religi. (dalam Hermanto, 2006:26)

3.      Unsur Cerita Anak
Sebuah cerita anak didalamnya terdapat beberapa unsur yang membangun salah satunya ialah unsur intrinsik. Di dalam unsur intrinsik itu dibagi lagi menjadi beberapa bagian yang terkandung. Stanton (dalam Murningsih, 2012:8) menyatakan bahwa membagi unsur-unsur intrinsik yang dipakai dalam menganalisis struktural karya  sastra diantaranya tema, fakta cerita (alur, penokohan (karakter) dan latar), sarana-sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya, simbolisme dan ironi).
Unsur intrinsik dalam cerita anak meliputi :
1. Tokoh
        Tokoh merupakan subjek yang berperan memainkan sebuah lakon dalam sebuah cerita. Lakon dalam cerita anak biasanya berupa binatang dan menggunakan nama-nama yang lengkap. Hasjim (dalam Murningsih, 2012:9) menyatakan bahwa penokohan dalam sebuah karya sastra ialah cara seorang pengarang untuk menampilkan para pelaku melalui wataknya, yakni sifat, sikap dan tingkah lakunya.
2.    Alur
          Alur berkaitan dengan rangkain peristiwa atau bagaimana peristiwa itu terjadi pada cerita. Stanton (dalam Murningsih, 2012:9) mengatakan bahwa secara keseluruhan alur merupakan rangkaian peristiwa-peristiwa dalam sebuah cerita.
3.    Tema
        Tema adalah manka atau inti isi dalam cerita secara menyeluruh. stanton (dalam Murningsih, 2012:8) menjelaskan bahwa tema merupakan aspek cerita yang sejajar dengan “makna” dalam pengalaman manusia sesuatu yang dijadikan pengalaman begitu diingat.
4.    Latar
        Latar merupakan tempat yang digunakan dalam cerita yang harus ditel supaya anak-anak dapat mengerti. Stanton (dalam Murningsih, 2012:10) menjelaskan bahwa latar adalah lingkungan yang melengkapi sebuah peristiwa dalam cerita, semesta yang berinteraksi dalam peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung.
5.    Amanat
     Amanat yaitu pesan atau nasehat yang bersifat positif atau bersifat kebaikan yang ingin disampaikan penulis dan pengisahan
H.    Metode          
Metode penelitian merupakan cara-cara digunakan penelitian agar mudah dalam menyusun suatu penelitian dengan secara urut. Meleong (dalam Murningsih, 2012:27) menjelaskan bahwa metode penelitian adalah jalan atau cara yang digunakan dalam kegiatan penelitian yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur sesuai dengan obyek penelitian serta jenis penelitian.
a.      Jenis Penelitian
Penelitian deskriptif artinya untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian Suryabrata (dalam Murningsih, 2012:28). Penelitian ini mendeskripsikan kata-kata, frasa, kaliamat dan yang terdapat dalam sebuah karya sastra. Jenis penelitian yang dilakukan peneliti dengan judul Nilai Budaya dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013.
b.      Obyek Penelitian
Sebelum seorang peneliti melakukan sebuah penelitian, peneliti tersebut harus menentukan obyek yang dikaji terlebih dulu. Obyek penelitian sastra adalah pokok atau topik penelitian dapat berupa individu, benda, perilaku dan sebagainya Sangidu (dalam Murningsih, 2012:29). Obyek penelitian yang ada pada penelitian ini yakni nilai budaya yang terkandung dalam koran Solopos edisi September-Oktober.
c.       Data dan Sumber Data
a.       Data
        Data pada dasarnya merupakan bahan mentah yang dikumpulkan oleh peneliti dari dunia yang dipelajarinya Sutopo (dalam Murningsih, 2012:29). Data ini akan menggambarkan sesuai dengan kebahasaan yang dipakai penulis secara khusus. Sebagian data dalam penelitian ini adalah hasil cerita anak pada koran Solopos.
b.      Sumber Data 
              Sumber data adalah asal dari mana data diperoleh. Dari sumber data ini dihasilkan data primer yaitu data langsung dan segera diperoleh dari sumber data oleh penyelidik secara khusus. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah cerita anak di koran Solopos edisi September-Oktober tahun 2013. Sumber data sekunder, berupa informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan cerita anak sebagai bahan masukan dalam penelitian ini.
d.      Teknik Pengumpulan Data
              Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik pustaka adalah teknik yang menggunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data, teknik simak dan catat berarti penulis sebagai instrumen kunci untuk melakukan penyimakan secara cermat, terarah dan teliti terhadap sumber data primer. Hasil penyimakan dicatat sebagai data Subroto (dalam Murningsih, 2012:30).
              Teknik pustaka yang dilakukan penulis dengan membaca cerita anak dalam koran Solopos secara keseluruhan, kemudian teknik simak dengan menyimak koran Solopos secara cermat dan teliti sehingga memperoleh data yang diperlukan. Teknik catat data yang diperoleh dari menyimak kemudian dicatat sesuai dengan data yang diperlukan dalam penelitian.
e.       Validitas Data
              Meleong (dalam Murningsih, 2012:30 menyatakan bahwa teknik trianggulasi data adalah keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data itu. Dengan menggunakan data perbandingan antara data dari sumber data yang satu dengan sumber yang lain sehingga keabsahan kebenaran data akan diuji oleh sumber data yang berbeda. Teknik validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi data.
f.       Teknik Analisis Data
              Sesuai  dengan jenis penelitian untuk menganalisis cerita anak dalam Solopos dengan cara pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data-data yang diperlukan yaitu kata, kaliamat dan ungkapan yang mengandung nilai budaya kemudian di teliti dengan cermat.
              Selesai mengumpulkan data baru di seleksi mana yang penting dan yang tidak penting dibuang. Hal ini dilakukan agar dapat membatasi isi penelitian. Sajian data dalam penelitian ini berupa analisis unsur intrinsik cerita anak kemudian diambil yang mengandung nilai budaya.
              Setelah mengkaji data dapat ditarik kesimpulan agar mengetahui tujuan penelitian yang dicapai dan dapat mempertanggungjawabkan isi penelitian. Dalam  hal ini peneliti berusaha menemukan hal-hal yang penting yang berkaitan dengan nilai budaya.
I.       Daftar Pustaka
Haridi, Akhmad. 2006. “Nilai-nilai Budaya Jawa Novel Boma Karya Yanusa Nugroho Tinjauan Semiotik”. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UMS.
Hermanto dan Winarno. 2006. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Solo: Bumi Askara.
Mukhlisaddien. 2012. “Menulis Cerita Anak” (online), (http://mukhlisaddien.blogspot.com/2012/07/menulis-cerita-anak.html, diakses tanggal 19 november 2013).
Murningsih. 2012. “Nilai Budaya dalam Novel Tanah Ombak Karya Abrar Yusta Tinjauan Semiotik”. Skripsi. Surakara: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UMS.

Kamis, 26 September 2013

Contoh Kerangka Karangan

Tema : Lidah Buaya
Tujuan : Untuk Mengetahui Aneka Olahan Lidah Buaya
Judul : Aneka Olahan Lidah Buaya



I.                   Lidah Buaya
1.1 Mengenal Lidah Buaya
1.2 Manfaat Tanaman Lidah Buaya
1.3 Kandungan Zat pada Lidah Buaya
II.                Jenis dan Bagian Tanaman
2.1 Jenis Tanaman Lidah Buaya
2.2 Bagian Tanaman Lidah Buaya
III.             Teknik Pembibitan dan Penanaman
3.1 Pembibitan
3.2 Syarat Tumbuh
3.3 Penanaman
IV.             Aneka Olahan dan Obat Lidah Buaya
4.1  Minuman Lidah Buaya
4.2  Jus Lidah Buaya
4.3  Jelly Lidah Buaya
4.4  Selai Lidah Buaya
4.5  Aneka Obat Lidah Buaya
4.6  Perbedaan Obat Kimia dan Tradisional