Powered By Blogger

Kamis, 29 September 2016

Tugas MMS (Manajemen Majalah Sekolah) : Hasil observasi mading dan majalah sekolah

Hasil Observasi Mading dan Majalah Sekolah
Di SMA AL-ISLAM  1 SURAKARTA
Disusun guna Memenuhi Mata Kuliah Manajemen Majalah Sekolah
Dosen Pengampu: Drs. Agus Budi Wahyudi, M. Hum.

Description: Description: Description: http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/loggo/UMS-Surakarta.png


                         Disusun Oleh :

1.         Rachma Pristika                                  (A310130059)
2.         Aswa Thamkinati Putri                       (A310130064)
3.         Anik Susilowati                                  (A310130069)


PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
Hasil Observasi

1.      Narasumber:
a.       Ketua Umum        : Elay Al-Huda Oztilio
b.      Sekertaris Umum  : Fitri Qotrunnada Al-Zahra
c.       Bendahara Umum : Vika Asmanah Meilani

2.      Pelaksanaan  Observasi
Tempat                        : SMA Al-Islam 1 Surakarta
Tanggal                       : 24 September 2016
Waktu                         : 11.00 selesai

3.      Hasil Observasi
A.    Manfaat Majalah Dinding
Mading memiliki banyak manfaat. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1.      Media Komunikasi
Mading adalah media komunikasi termurah untuk menciptakan komunikasi antarpihak dalam lingkup tertentu. Dengan membaca mading, banyak hal yang semula tidak diketahui akhirnya menjadi perbendaharaan pengetahuan, baik yang bersifat praktis maupun yang perlu perenungan.
2.      Wadah Kreativitas
Pada umumnya kegiatan anak muda tidak pernah sepi dari kreativitas, misalnya olahraga, olah seni, keterampilan, permainan, dan tidak ketinggalan pula aktivitas ekspresi tulis. Lewat karya tulis akan tersalurkan dua macam manfaat yang bersifat timbal balik. Dari sisi penulis, majalah dinding adalah tempat untuk mencurahkan bermacam ide. Beragam gagasan, pikiran, daya cipta, bahkan fantasi yang mengiringi perkembangan jiwanya perlu penyaluran dan media untuk menuangkannya. Maka tepatlah apabila mading digunakan sebagai wadah curahan kreativitas kawula muda karena didukung oleh sifatnya yang mudah dilaksanakan dengan biaya yang murah. Dari sisi lain, pembaca akan mendapatkan penyaluran yang berkaitan dengan keinginan, cita-cita, kecintaan, kerinduan, keprihatinan, dan berbagai pikiran lain yang tidak dapat disalurkannya sendiri.
3.      Menanamkan Kebiasaan Membaca
Dunia akan menjadi luas bila kita senang membaca. Untuk itu, kegemaran membaca harus ditanamkan. Dalam hal ini mading punya andil yang besar. Mading dapat tampil setiap saat tanpa dihadang oleh sejumlah kesulitan. Mading dapat diterbitkan oleh siapa saja dalam jangka waktu yang relatif bebas tergantung animo pembaca.
4.      Pengisi Waktu
Banyak kawula muda tidak dapat mengisi waktu luangnya dengan baik. Kelebihan energinya dibuang percuma. Entah bercakap-cakap di tepi-tepi jalan, merokok, minum, membentuk "geng", mencoret-coretkan identitas "kelompoknya" dengan cat semprot di sembarang tempat, dan masih banyak lagi yang lain. Semua itu sebenarnya dapat ditangguhkan dengan membaca mading, kemudian aktif menulis. Apabila kelebihan tenaga yang diboroskan itu digunakan untuk menulis dalam lembaran mading, tentu akan banyak bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan jiwanya. Di samping itu, tentu juga bermanfaat bagi pihak lain.
5.      Melatih Kecerdasan Berpikir
Membaca mading akan membangkitkan gairah untuk mencari bacaan lain lewat "umpan" yang disajikan dalam mading. Kebiasaan membaca akan menambah pengetahuan pembaca dalam berbagai bidang. Semakin banyak membaca, pengetahuan siapa pun akan bertambah. Secara tidak langsung hal itu akan menjadi pendorong bertambahnya kecerdasan.
6.      Melatih Berorganisasi
Menghadirkan selembar mading berarti mengorganisasikan sekelompok orang. Mading menuntun semua yang terlibat di dalamnya untuk berorganisasi. Mading adalah perwujudan kerja tim atau kerja kelompok yang perlu saling mematuhi kesepakatan, aturan yang telah ditetapkan, kedisiplinan diri, dan kesungguhan bekerja. Dengan menyiapkan mading, secara otomatis siapa saja akan menghayati arti organisasi dan langsung terkait dengan aktivitas di dalamnya.

7.      Mendorong Latihan Menulis
Berdasarkan pengalaman, banyak penulis yang menggunakan media mading sebagai wahana berlatih. Berawal dari senang menulis hal-hal yang sederhana, tidak mustahil seseorang menjadi terbuka wawasannya untuk lebih mengembangkan kesenangannya dalam bidang kepenulisan secara lebih profesional.
B.     Bagian-bagian Majalah Dinding
Bagian-bagian itu secara lengkap adalah sebagai berikut:
1.      Humor
2.      Sapa Redaksi
3.      Karya sastra (cerpen, cerber, puisi, pantun, dsb)
4.      Artikel,tips,dsb
5.      Opini
6.      Kartun, karikatur, ilustrasi, vignyet, foto-foto, gambar
C.    Peralatan dan Bahan
Peralatan/bahan harus disediakan sejak awal dan disimpan rapi. Dalam hal ini termasuk terbitan-terbitan yang sudah dihasilkan, harus diarsipkan secara rapi. Peralatan/bahan yang diperlukan dalam membuat majalah  dinding adalah sebagai berikut:
1.      Tempat/box penempatan majalah dinding
2.      Kotak karya, untuk menaruh karya para siswa yang ingin   dimuat di majalah dinding .
3.       Kertas landasan, biasanya manila putih atau berwarna, dengan ukuran 110 x 80 cm. Bisa pula menggunakan kertas asturo.
4.      Kertas HVS (sebaiknya berwarna, bisa pula menggunakan kertas asturo).
5.      Spidol ukuran besar dan ukuran biasa
6.      Pensil dan penghapus
7.      Lem
8.      Gunting, pisau cutter
9.      Penggaris panjang dan pendek
10.  Komputer dengan tinta warna
D.    Pembuatan mading
Majalah dinding yang sering kita sebut dengan istilah mading adalah majalah yang dikelola secara sederhana oleh suatu lembaga. Biasanya oleh sekolah-sekolah dari tingkatan sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas. Ditilik dari formatnya yang apa adanya, maka majalah dinding bisa dikatakan sebagai majalah yang amat sederhana. Kesederhanaan ini antara lain meliputi; penampilannya, bentuknya, pengelolaannya, hingga pada keterbatasan kolom atau ruang yang disediakan.
E.     Karakteristik 
Majalah dinding, baik itu yang dikelola oleh sekolah memiliki karakter yang amat sederhana. Dikatakan sederhana, karena bentuk penampilannya lembaran,  tidak berbentuk buku atau majalah sebagaimana yang biasa kita kenal. Mading memiliki karakter mudah dibaca sambil berdiri. Untuk membaca majalah ini juga tidak dibutuhkan waktu terlalu lama. Mading bisa dibaca sepintas. Bisa dibaca dengan jarak lebih 30 cm dari mata kita. Mading merupakan majalah berbentuk hiasan – tulisan dan gambar- yang dipajang di dinding, yang tidak memiliki banyak kolom atau ruangan.
F.     Perwajahan
Perwajahan disebut juga tataletak atau lay out. Agar penampilan mading yang kita suguhkan kepada pembaca selalu tampak menarik, tentu saja perlu kita poles dengan wajah yang cantik. Dengan wajah dan tatanan yang cantik ini diharapkan anak-anak tidak cepat merasa bosan untuk terus membacanya. Sehingga kehadiran majalah dinding kita tak sia-sia.
G.    Tahap penerbitan
Frekwensi penerbitan mading di SMA Al-Islam 1 Surakarta adalah 1 bulan sekali dengan jumlah mading sebanyak 2 buah. Tetapi jika tidak memungkinkan maka hanya akan diterbitkan 1 buah mading. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan sumber tulisan yang dapat dikumpulkan dan atau dibuat oleh tim redaksi.
H.    Proses Editing
Proses editing dilakukan oleh tim redaksi yakni meliputi penyeleksian tema tulisan, isi tulisan, dan penyempurnaan presentasi tulisan sebelum ditata ulang.
I.       Penataan
Penataan merupakan penyusunan bahan hasil editing menjadi sebuah tata mading yang benar dan layak untuk diterbitkan. Misalnya: penataan tata letak berita, gambar, foto, judul berita, dsb yang dapat menarik minat baca para partisipan (siswa, guru, staf tata usaha, dsb)

Mading dan Majalah Sekolah SMA AL-ISLAM 1 Surakarta

Mading SMA Al - Islam 1 Surakarta dikelola oleh guru Bahasa Inggris. Pengelolaan mading setiap kegiatan ada koordinator gurunya, yang menjadi koordinator mading yaitu Ibu Tatik. Mading dibuat rutin sebulan sekali, biasanya isi mading bisa berupa karangan siswa yang dimuat dengan adanya proses seleksi. Biaya yang digunakan untuk pembuatan mading berasal dari iuran anggota. SMA Al-Islam 1 Surakarta mendapat juara 1 lomba mading sejawa tengah yang bertema 3D. Dengan mendapatkan juara 1 tersebut SMA Al-Islam 1 Surakarta lebih berusaha mengembangkan mading menjadi lebih baik lagi.
Kepala Sekolah juga ikut berperan dalam pengelolaan mading, seperti mengingatkan bila mading sudah lama harus diganti denganyang baru. Di sini osis kurang berperan aktif dalam madding dikarenakan tugas osis hanya membantu untuk menghias tatanan artistic untuk mempercantik tampilan mading yang lebih berperan dominan tidak lain dan tidak bukan itu kolompok penyusun mading yang bertugas menyajikan dan mengelola madding tersebut dan guru pembimbing sebagi pengarah serta penyeleksi mana yang layak untuk dipasang dan mana yang tak layak ditampilkan.
Siswa-siswi SMA Al-Islam 1 Surakarta sangat berantusias dalam membaca mading. Biasanya siswa membaca mading saat jam istirahat. Rubrik mading meliputi humor, syair, pantun sama puisi, setiap terbit itu berbeda-beda jenisnya kalau yang pasti itu puisi, pantun buat sastra nya pasti itu ada, humor biar tidak terlalu serius tetapi untuk yang lainnya berbeda-beda. Rubrik humornya itu pasti agar anak antusias untuk membaca untuk yang lainya seperti syiar, berita tentang prediksi fenomena alam itu biasanya ganti-ganti tergantung yang baru terjadi, fenomena alam itu menggunakan teks eksplanasi . Humor yang dimuat di mading adalah anekdot.
SMA Al-Islam 1 Surakarta selain mengelola mading sekolah juga mengelola Majalah sekolah. Sekolah tersebut mengelola dua majalah sekolah yaitu Aktivis dan Abyan al-Haq. Penanggung jawab majalah sekolah tersebut yaitu kepala sekolah. Pembimbing pembuatan majalah sekolah ada guru bahasa Inggris dan guru bahasa Indonesia. Pemilihan Redaksi dipilih langsung dari kepala Sekolah dan diberi wewenang untuk menjalankan masa jabatannya serta memilih anggota dari guru Bahasa Indonesia. Masa jabatannya selama satu tahun.
Majalah sekolah Aktivis sudah edisi tiga puluh delapan (38).  Edisi terakhir atau 38 di tahun 2016 ini. Bentuk majalah berupa buletin atau majalah yang berbentuk kecil. Dalam majalah terserbut banyak rubik yang dimuatnya antara lain: sapa redaksi, celotehan, topik utama, humor, tips, trick, profil guru dll. Proses pembuatan majalah sekolah Aktivis, pertama pembagian artikel, kedua diserahkan ke PJ, ketiga dikumpulkan ke Editor lalu di edit, terakhir diserahkan kepada pimpinan redaksi. Sedangkan majalah sekolah Abyan al-Haq sebelumnya berawal dari majalah rohis kemudian menjadi majalah Abyan al-Haq. Majalah sekolah Abyan al-Haq sudah mencapai edisi dua satu (21). Edisi terahir pada tahun 2016 ini. Dalam majalah sekolah ini rubrik yang dimuat antara lain, tips abah, renungan hati, jejak salaf, ensiklopedia dll. Kedua majalah sekolah tersebut diterbitkan satu tahun 2 kali per akhir semester.

















LAMPIRAN
1.      Bersama ketua, sekretaris, dan bendahara umum majalah sekolah SMA Al-Islam 1 Surakarta

2.      Mading SMA Al-Islam 1 Surakarta
IMG-20160928-WA0000.jpg

3.      Bagian bagian mading
20160924_113806.jpg

20160924_113720.jpg

20160924_113730.jpg  20160924_113854.jpg


IMG-20160928-WA0003.jpg  20160924_113742.jpg