A. Judul
Nilai
Budaya dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi
September-Oktober 2013.
B. Latar Belakang Masalah
Nilai budaya
untuk anak-anak sangatlah penting dan harus ditanamankan dalam jiwanya. Anak-anak
merupakan generasi penerus keluarga sekaligus generasi yang meneruskan
perjuangan para pendahulu kita. Oleh karena itu anak-anak harus dikenalkan
nilai-nilai yang baik dengan memerlukan media yang baik pula.
Cerita anak
yang bergambar dapat menarik perhatian anak-anak. Ketika kita membacakan sebuah
cerita anak, anak tersebut akan mengimajinasikan kejadian yang terdapat dalam
cerita tersebut. Tarigan (1995:5) mendefinisikan bahwa cerita anak adalah buku yang menempatkan mata anak-anak sebagai pengamat utama,
mata anak-anak sebagai fokusnya. Sastra anak adalah sastra yang mencerminkan
perasaan dan pengalaman anak-anak masa kini, yang dapat dilihat dan dipahami
melalui mata anak-anak.
Buku cerita
anak menceritakan tentang kegiatan keseharian anak yang terdapat di
lingkungannya yang dapat di ceritakan melalui bantuan orang tuanya maupun
gurunya di sekolah. Sarumpaet (2003:108) berpendapat cerita anak adalah cerita
yang ditulis untuk anak dan berbicara mengenai kehidupan anak dan sekeliling
yang mempengaruh anak serta cerita itu hanya dapat dinikmati oleh anak dengan
bantuan dan pengarahan orang dewasa.
Dari latar
belakang yang telah diuraikan, penelitian dengan judul "Cerita Anak pada
Koran Solopos Edisi September-Oktober
2013” perlu dilakukan.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang
telah dikemukakan diatas, maka dapat peneliti rincikan rumusan masalah sebagai
berikut :
1.
Bagaimanakah
nilai budaya yang terdapat dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013?
2.
Bagaimanakah unsur
cerita yang terdapat dalam Cerita Anak
pada Koran Solopos Edisi
September-Oktober 2013?
D. Tujuan Penelitian
Ada dua tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini.
1.
Mengetahui
nilai budaya yang terdapat dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013.
2.
Mengetahui
unsur cerita yang terdapat dalam Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013.
E. Manfaat Penelitian
Berdasarkan penelitian maka dapat
dipetik manfaat sebagai berikut :
a. Manfaat Teori
1.
Membantu pembaca untuk mengetahui
nilai budaya yang terdapat di Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi September-Oktober 2013.
2.
Membantu pembaca untuk mengetahui dan memahami unsur
Cerita Anak pada Koran Solopos Edisi
September-Oktober 2013.
b. Manfaat Praktis
1. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
tentang Nilai
Budaya dalam cerita anak.
2. Hasil penelitian ini dapat menambah referensi dan menambah wawasan
kepada pembaca.
F.
Tinjauan
Pustaka
Tinjauan pustaka berfungsi untuk
mengetahui keaslian dalam suatu penelitian. Penelitian yang dilakukan
Murningsih (2012) dalam skripsinya yang berjudul “Nilai Budaya dalam Novel
Tanah Ombak Karya Abrar Yusra Tinajuan Semiotik”. Nilai Budaya tersebut antara
lain nilai budaya dalam hubungan manusia dengan tuhan, nilai budaya dalam
hubungan manusia dengan masyarakat,
nilai budaya dalam hubungan manusia dengan orang lain, dan nilai budaya dalam
hubungan manusia dengan dirinya sendiri.
Penelitian tentang nilai budaya yang
dilakukan oleh Akhmad Haidi (2006) dalam skripsinya yang berjudul “Nilai-nilai
Budaya Jawa Novel Boma Karya Yanusa Nugroho Tinjauan Semiotik”. Adapun
nilai-nilai budaya Jawa yang terdapat dalam novel Boma berdasarkan analisis
semiotik meliputi : nilai budaya pewayangan, kasekten (kesaktian), dan bahasa
Jawa.
Relevansi penelitian ini dengan
penelitian Murningsih (2012) dan Akhmad (2006) memiliki kesamaan dan perbedaan.
Persamaan penelitian yang dilakukan oleh sumber diatas ialah sama-sama mengkaji
nilai budaya. Perbedaannya terletak pada obyek yang dikaji Murningsih (2012)
mengkaji novel Tanah Ombak karya Abrar Yusra dan Akhmad (2006) mengkaji novel
Boma karya Yanusa Nugroho.
G.
Kerangka
Teori
1. Pengertian Nilai
Nilai memiliki berbagai macam-macam
arti. Dalam KBBI nilai memiliki arti 1.harga, 2. Angka kepandaian, 3. Banyak
sedikitnya, 4. Sifat-sifat yang penting bagi manusia, 5. Sesuatu yang
menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya.
Beberapa pendapat tentang niai dapat
diuraikan sebagai berikut:
a.
Menurut Bambang Daroeso, nilai adalah
suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang menjadi dasar penentu
tingkah laku seseorang.
b.
Menurut Darji Darmodiharjo adalah
kualitas atau keadaan yang bermanfaat bagi manusia baik lahir ataupun batin.(dalam
Hermanto, 2006:126-127)
2. Pengertian Budaya
Banyak
nilai yang telah tertanam di dalam masyarakat salah satunya adalah nilai
budaya. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah cerita anak. Mulai dari
nilai agama, nilai sosial, nilai maoral, nilai pendidikan, dan nilai budaya.
Nilai budaya adalah acuan dalam masyarakat yang bernilai atau tidak bernilai
untuk menjalankan hidup.
Kebudayaan
berasal dari bahasa sanskerta, yaitu buddayah yang merupakan bentuk jamak dari
budhi diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Jadi
kebudayaan adalah sesuatu yang mengetahui tingkat pengetahuan manusia dengan
kebiasaan sehari-hari dan belajar. Koentjaraningrat (2006:25) mengatakan bahwa
kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan
dengan belajar beserta dari hasil budi pekertinya.
Definisi
kebudayaan banyak dikemukaan oleh para ahli sebagai berikut :
a. Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yangturun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain.
b. Selo
Soemardjan dan Soelaiman Soemardi mengatakan kebudayaan adalah sarana hasil
karya, rasa dan cipta manusia.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan
bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam masyarakat secara berulang-ulang
dapay disebut budaya. Budaya tidak hanya berupa hasil peninggalan nenek moyang,
tetapi juga dapat diciptakan dari masyarakat.
Berhubungan
dengan wujud kebudayaan Koentjaraningrat juga berpendapat bahwa kebudayaan itu
juga mempunyai paling sedikit tiga wujud sebagai berikut :
a. Suatu
kompleks ide, gagasan, nilai, norma, dan sebagainya.
b. Suatu
kompleks aktivitas atau tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
c. Suatu
benda-benda hasil karya manusia.
Koentjaraningrat juga memaparkan unsur-
unsur universal itu ada tujuan yang sekalian merupakan isi semua kebudayaan
yang ada di dunia ini seperti berikut :
a. Sistem
peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi).
b. Sistem
mata pencaharian hidup.
c. Sistem
kemasyarakatan atau organisasi sosial.
d. Bahasa.
e. Kesenian.
f. Sistem
pengetahuan.
g. Sistem
religi. (dalam Hermanto, 2006:26)
3.
Unsur
Cerita Anak
Sebuah
cerita anak didalamnya terdapat beberapa unsur yang membangun salah satunya
ialah unsur intrinsik. Di dalam unsur intrinsik itu dibagi lagi menjadi
beberapa bagian yang terkandung. Stanton (dalam Murningsih, 2012:8) menyatakan
bahwa membagi unsur-unsur intrinsik yang dipakai dalam menganalisis struktural
karya sastra diantaranya tema, fakta
cerita (alur, penokohan (karakter) dan latar), sarana-sarana sastra (judul,
sudut pandang, gaya, simbolisme dan ironi).
Unsur
intrinsik dalam cerita anak meliputi :
1. Tokoh
Tokoh merupakan subjek yang berperan
memainkan sebuah lakon dalam sebuah cerita. Lakon dalam cerita anak biasanya
berupa binatang dan menggunakan nama-nama yang lengkap. Hasjim (dalam
Murningsih, 2012:9) menyatakan bahwa penokohan dalam sebuah karya sastra ialah
cara seorang pengarang untuk menampilkan para pelaku melalui wataknya, yakni
sifat, sikap dan tingkah lakunya.
2.
Alur
Alur
berkaitan dengan rangkain peristiwa atau bagaimana peristiwa itu terjadi pada
cerita. Stanton (dalam Murningsih, 2012:9) mengatakan bahwa secara keseluruhan
alur merupakan rangkaian peristiwa-peristiwa dalam sebuah cerita.
3.
Tema
Tema adalah manka atau inti isi dalam cerita secara
menyeluruh. stanton (dalam Murningsih, 2012:8) menjelaskan bahwa tema merupakan
aspek cerita yang sejajar dengan “makna” dalam pengalaman manusia sesuatu yang
dijadikan pengalaman begitu diingat.
4.
Latar
Latar merupakan tempat yang digunakan
dalam cerita yang harus ditel supaya anak-anak dapat mengerti. Stanton (dalam
Murningsih, 2012:10) menjelaskan bahwa latar adalah lingkungan yang melengkapi
sebuah peristiwa dalam cerita, semesta yang berinteraksi dalam
peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung.
5.
Amanat
Amanat yaitu pesan atau nasehat yang
bersifat positif atau bersifat kebaikan yang ingin disampaikan penulis dan
pengisahan
H. Metode
Metode penelitian merupakan cara-cara digunakan
penelitian agar mudah dalam menyusun suatu penelitian dengan secara urut.
Meleong (dalam Murningsih, 2012:27) menjelaskan bahwa metode penelitian adalah
jalan atau cara yang digunakan dalam kegiatan penelitian yang dilakukan secara
sistematis dan terstruktur sesuai dengan obyek penelitian serta jenis
penelitian.
a.
Jenis
Penelitian
Penelitian deskriptif artinya untuk
membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian
Suryabrata (dalam Murningsih, 2012:28). Penelitian ini mendeskripsikan
kata-kata, frasa, kaliamat dan yang terdapat dalam sebuah karya sastra. Jenis
penelitian yang dilakukan peneliti dengan judul Nilai Budaya dalam Cerita Anak
pada Koran Solopos Edisi September-Oktober
2013.
b. Obyek Penelitian
Sebelum seorang peneliti melakukan sebuah penelitian,
peneliti tersebut harus menentukan obyek yang dikaji terlebih dulu. Obyek
penelitian sastra adalah pokok atau topik penelitian dapat berupa individu,
benda, perilaku dan sebagainya Sangidu (dalam Murningsih, 2012:29). Obyek
penelitian yang ada pada penelitian ini yakni nilai budaya yang terkandung dalam
koran Solopos edisi
September-Oktober.
c. Data dan Sumber Data
a.
Data
Data pada dasarnya merupakan bahan
mentah yang dikumpulkan oleh peneliti dari dunia yang dipelajarinya Sutopo
(dalam Murningsih, 2012:29). Data ini akan menggambarkan sesuai dengan
kebahasaan yang dipakai penulis secara khusus. Sebagian data dalam penelitian
ini adalah hasil cerita anak pada koran Solopos.
b.
Sumber Data
Sumber data adalah asal dari mana
data diperoleh. Dari sumber data ini dihasilkan data primer yaitu data langsung
dan segera diperoleh dari sumber data oleh penyelidik secara khusus. Sumber
data primer dalam penelitian ini adalah cerita anak di koran Solopos edisi September-Oktober tahun
2013. Sumber data sekunder, berupa informasi mengenai hal-hal yang berkaitan
dengan cerita anak sebagai bahan masukan dalam penelitian ini.
d. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian
ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik pustaka adalah teknik
yang menggunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data, teknik simak dan
catat berarti penulis sebagai instrumen kunci untuk melakukan penyimakan secara
cermat, terarah dan teliti terhadap sumber data primer. Hasil penyimakan
dicatat sebagai data Subroto (dalam Murningsih, 2012:30).
Teknik pustaka yang dilakukan
penulis dengan membaca cerita anak dalam koran Solopos secara keseluruhan, kemudian teknik simak dengan menyimak
koran Solopos secara cermat dan
teliti sehingga memperoleh data yang diperlukan. Teknik catat data yang
diperoleh dari menyimak kemudian dicatat sesuai dengan data yang diperlukan
dalam penelitian.
e. Validitas Data
Meleong
(dalam Murningsih, 2012:30 menyatakan bahwa teknik trianggulasi data adalah
keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu diluar data itu untuk keperluan
pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data itu. Dengan menggunakan data
perbandingan antara data dari sumber data yang satu dengan sumber yang lain
sehingga keabsahan kebenaran data akan diuji oleh sumber data yang berbeda.
Teknik validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi
data.
f. Teknik Analisis Data
Sesuai dengan jenis penelitian untuk menganalisis
cerita anak dalam Solopos dengan cara
pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data-data yang diperlukan yaitu kata,
kaliamat dan ungkapan yang mengandung nilai budaya kemudian di teliti dengan
cermat.
Selesai mengumpulkan data baru di
seleksi mana yang penting dan yang tidak penting dibuang. Hal ini dilakukan
agar dapat membatasi isi penelitian. Sajian data dalam penelitian ini berupa
analisis unsur intrinsik cerita anak kemudian diambil yang mengandung nilai
budaya.
Setelah mengkaji data dapat
ditarik kesimpulan agar mengetahui tujuan penelitian yang dicapai dan dapat
mempertanggungjawabkan isi penelitian. Dalam
hal ini peneliti berusaha menemukan hal-hal yang penting yang berkaitan
dengan nilai budaya.
I.
Daftar
Pustaka
Haridi,
Akhmad. 2006. “Nilai-nilai Budaya Jawa Novel Boma Karya Yanusa Nugroho Tinjauan
Semiotik”. Skripsi. Surakarta:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UMS.
Hermanto
dan Winarno. 2006. Ilmu Sosial Budaya
Dasar. Solo: Bumi Askara.
Mukhlisaddien.
2012. “Menulis Cerita Anak” (online), (http://mukhlisaddien.blogspot.com/2012/07/menulis-cerita-anak.html,
diakses tanggal 19 november 2013).
Murningsih.
2012. “Nilai Budaya dalam Novel Tanah Ombak Karya Abrar Yusta Tinjauan
Semiotik”. Skripsi. Surakara:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UMS.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar